Sudahkah Kamu Bersyukur Hari ini?

Artikel:  Zahara S. Abdullah
Editor:  Fika Dian Nuranita
Design:  Dhea Lady

Hari ini dan kemarin, sudahkah kamu bersyukur? Sudahkah kamu menghitung hal-hal baik yang menghampirimu? Jika sudah, maka berbahagialah kamu.

Menurut Oxford English Dictionary (1989), syukur didefinisikan sebagai kualitas atau kondisi berterima kasih, apresiasi dari sebuah keinginan untuk membalas kebaikan. Mengalami rasa bersyukur, rasa berterima kasih dan menghargai sesuatu cenderung menumbuhkan perasaan positif yang berkontribusi terhadap kesejahteraan diri secara keseluruhan (Sansone & Sansone, 2010). Lalu, bagaimana kita menilai kesejahteraan diri tersebut?

Kesejahteraan diri dapat dinilai dari berbagai dimensi, di antaranya adalah Penerimaan Diri, Hubungan yang Positif dengan Orang Lain, Kemandirian, Kemampuan Beradaptasi yang Baik, Bertujuan dalam Hidup, dan Perkembangan Diri (Ryff & Singer, 1996). Dengan begitu kita dapat mengetahui bahwa bersyukur dapat memberi manfaat untuk kesejahteraan diri kita.

Banyak manfaat dapat kita rasakan dalam bersyukur. Menurut Morin (2015), ada 7 manfaat yang dapat kita rasakan saat kita bersyukur, di antaranya:

1. Membuka kesempatan untuk lebih banyak hubungan baru

Menunjukkan rasa bersyukur sesederhana mengucapkan “terima kasih” dan menghargai hal sekecil apapun dapat memenangkan hati teman-teman baru. Perasaan positif yang muncul karena rasa bersyukur pun dapat memengaruhi orang lain yang berinteraksi dengan kita.

2. Meningkatkan kesehatan fisik

Dilansir dari Personality and Individual Differenfes (2012), orang-orang yang sering bersyukur mengalami penyakit yang lebih sedikit dan lebih sehat dari pada orang lain. Rasa bersyukur memicu orang untuk peduli terhadap kesehatannya.

3. Meningkatkan kesehatan psikologis

Bersyukur dapat mengurangi perasaan-perasaan yang toxic, mengurangi rasa iri, kebencian, frustasi dan penyesalan.

4. Meningkatkan empati dan mengurangi agresi

Orang yang bersyukur cenderung memiliki sensitifitas dan empati lebih terhadap orang lain dan minim keinginan untuk membalas dendam.

5. Tidur lebih baik

Fakta ini dilansir dari Applied Psychology: Health and Well-Being (2011), dengan cara menggunakan waktu 15 menit sebelum tidur untuk menghitung hal-hal yang dapat disyukuri.

6. Meningkatkan harga diri

Bersyukur dapat mengurangi kecenderungan orang untuk membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Hal itu dapat menumbuhkan kepercayaan diri seseorang dan juga menghargai keberhasilan orang lain.

7. Meningkatkan kekuatan mental

Bersyukur tidak hanya mengurangi stress, namun juga berperan besar dalam menghadapi trauma. Bersyukur terhadap apa yang dimiliki saat mengalami masa-masa yang buruk akan menumbuhkan ketahanan atas diri sendiri

Rasa bersyukur memang memiliki banyak manfaat yang dapat kita rasakan untuk menghindari unsur-unsur negative dalam diri kita. Namun, tidak dapat dipungkiri, kebanyakan dari kita mungkin masih suka lupa untuk bersyukur. Itu karena cara kerja otak manusia yang cenderung berfokus pada rasa sakit dan pengalaman tak menyenangkan, sedangkan pengalaman bahagia pun terlewatkan dari pikiran kita (NATX, 2016). Memang tidak mudah untuk mengalihkan pikiran kita dari kejadian buruk yang kita alami dan mencari-cari hal yang dapat kita syukuri meskipun dalam keadaan sulit. Namun, bersyukur pun bukan berarti benar-benar mengesampingkan penderitaan yang kita alami, namun bisa jadi menguatkan kita.

Menurut Emmons (2013), cobaan dan penderitaan sebetulnya dapat memperbaiki dan memperdalam rasa syukur jika kita tidak menerima cobaan dan penderitaan tersebut begitu saja. Pengalaman buruk dapat kita jadikan pelajaran dan acuan dalam hidup kita ketika hidup kita berkembang menjadi lebih baik. Dengan begitu, kita akan merasa lebih bersyukur dalam keadaan apapun dan merasa lebih kuat dalam menghadapi apapun. Bersyukur dalam keadaan sulit berarti menyadari kekuatan yang kita miliki untuk merubah kesulitan menjadi kesempatan untuk hidup yang lebih baik.

Hanson (2014) mengemukakan metode H.E.A.L untuk mempraktekkan rasa syukur, memasukkan kebaikan dalam diri kita.

HHave a positive experience (Alami pengalaman positif)
EEnrich the experience (Kuatkan pengalaman tersebut)
AAbsorb the experience (Resapi pengalaman tersebut)
LLink positive and negative material (Hubungkan pengalaman positif dengan negative)

 

Metode ini menunjukkan bagaimana kita dapat menjadi kuat dengan bersyukur tanpa mengesampingkan kejadian buruk yang pernah kita alami dan membuat kita jadi lebih kuat dalam menghadapi kesulitan serta menghargai segala kebaikan saat kita menghadapi kemudahan.

Pada dasarnya, hidup ini tidak akan pernah luput dari kesulitan. Rasa sedih pasti akan mengikuti secara otomatis. Namun, rasa syukur bukan hanya perasaan yang mengikuti kejadian, tapi juga pilihan kita sebagai manusia berakal dalam menjalani hidup ini agar dapat lebih kuat dalam menghadapi apapun dan menjaga kesejahteraan diri dari hal-hal negatif.

References

Emmons, R. (2013, May 13). How Gratitude Can Help You Through Hard Times. Retrieved from https://greatergood.berkeley.edu/article/item/how_gratitude_can_help_you_through_hard_times

Gratitude. (1989). In The Oxford English dictionary. Oxford: Clarendon Press.

Hanson, R. (2014). Hardwiring happiness: How to reshape your brain and your life. London ; Sydney ; Auckland ; Johannesburg: Rider.

Morin, A. (2015, April 3). 7 Scientifically Proven Benefits of Gratitude. Retrieved from https://www.psychologytoday.com/us/blog/what-mentally-strong-people-dont-do/201504/7-scientifically-proven-benefits-gratitude

Neuropathy Alliance of Texas. (2016). The Healing Benefits of Gratitude. Retrieved from https://neuropathyalliancetx.org/wp-content/uploads/2016/04/The-Healing-Benefits-of-Gratitude-nh.compressed.pdf

Ryff, C. D., & Singer, B. (1996). Psychological Weil-Being: Meaning, Measurement, and Implications for Psychotherapy Research. Psychotherapy and Psychosomatics, 14-23.

Sansone, R. A., & Sansone, L. A. (2010). Gratitude and Well Being: The Benefits of Appreciation. Psychiatry (Edgmont),7(11), 18-22.

Leave a Reply