7 Manfaat Tersenyum bagi Kesehatan, Satu Diantaranya Dicari Semua Orang dan Tak disangka-sangka!

Artikel:   dr. Irnova Suryani
Editor:  Fika Dian Nuranita
Design:  Sarah Sofia

Tersenyum. Sederhanakan? Ternyata aktivitas sesederhana tersenyum menjadi perbincangan akhir-akhir ini di tengah lingkungan yang hiruk-pikuk hingga ke meja laboratorium para saintis. Ada apa dengan senyum ya?

#ISmile4You hadirkan kembali bacaan segar namun berbobot untuk membuat kamu semakin percaya diri dan bersyukur akan banyak hal dalam hidup kamu, dengan cara yang amat sederhana seperti “tersenyum”. Eits tunggu dulu, tentu bukan sembarang senyum yang dibuat-buat ya, tapi tersenyum yang dilakukan dari hati yang tulus kepada orang-orang terdekat hingga yang tak kamu kenal sekalipun!

Apa saja manfaat yang kamu peroleh saat menyunggingkan sudut bibir dengan hati gembira dan penuh syukur ☺?

1. Perangsang Mood Yang Ampuh !

Sebuah studi di tahun 2010 mengatakan, membuat diri kamu tersenyum saat kamu merasa kecewa dan nge-down, dapat meningkatkan mood dan pikiran positif kamu. Jadi ingat untuk keluarkan jurus melepaskan senyum paling tulus dan bersemangat saat kamu feeling down ya!

2. Penghalau Stress

Ini sih kamu paling pengalaman. Kita pastinya pernah mengalai masa-masa stress panjang yang menyita perhatian. Dimulai dari momen mendekati ujian, menyiapkan bahan yang tengat date line, sebelum masuk ruang ujian akhir, kerjaan yang dikejar dateline dan sebagainya. Tapi apabila di momen-momen stress ini kamu sempatin diri tersenyum, kamu bakal mendapat manfaat ganda baik dari sisi psikologis maupun fisik. Sebuah Studi di tahun 2015, mengatakan seseorang yang tengah berada di dalam kondisi stress namun tetap tersenyum akan menurunkan frekuensi detak jantungnya. Detak jantung yang lebih lambat ini, memungkinkan seseorang merasa lebih tenang. Jadi sekali lagi, stress itu bagian hidup, tapi apa reaksi kita selama menghadapi stress itu yang terpenting, jangan lupa senyum ya!

3. Penghilang Nyeri

Mayo Clinic pernah melaporkan bahwa tertawa dan tersenyum bahagia dapat menjadi painkiller alami. Dan yang mengejutkannya lagi, tawa sosial dapat menaikan ambang rangsang nyeri seseorang. Yang artinya, ia tidak mudah merasakan nyeri. Jadi, lain kali kalau kamu mengalami sakit kronis, atau sakit hati coba deh cari aktivitas yang dapat membuat kamu tersenyum bahkan tertawa, sambil fokus mencari solusi.

4. Meningkatkan Imunitas

Sebuah studi di tahun 2015 terhadap wanita pasca melahirkan telah membuktikan, bahwa tersenyum dan tertawa lepas di sesi terapi dapat meningkatkan imunitas ibu pasca melahirkan tersebut. Sejalan dnegan ini, Mayo Clinic juga pernah melaporkan bahwa efek tersenyum hingga tertawa mampu merangsang pikiran positif yang mengaktifkan sirkuit anti stress di otak.

5. Menurunkan Tekanan Darah

Sama halnya dengan penurunan frekuensi detak jantung tadi, tersenyum bahkan tertawa dapat menurunkan tekanan darah dan diikuti relaksasi otot-otot Jantung. Wah sekalian mencegah penyakit jantung ya.

6. Membuat Hubungan Sosial Lebih Baik

Pernah gak kamu menyadari, kalau ternyata kamu lebih tertarik secara naluriah kepada orang-orang yang terbiasa tersenyum. Menjadi orang yang disukai dan diterima dengan terbuka adalah pintu masuk hubungan yang lebih dalam dan lebih baik.

7. Panjang Umur

Nah ini nih harapan hampir semua orang. Sebuah studi di tahun 2009 melaporkan bahwa orang yang dalam fotonya lebih kerap tersenyum di prediksi lebih panjang umur terkecuali karena sebab kecelakaan atau lainnya ya. Ya menurut kamu bagaimana, benarkah begitu ?

Nah setelah mengetahui 7 fakta diatas, #ISmile4You mau men-challenge kamu nih, menurut kamu mana yang lebih penting? Mengupayakan tersenyum di keseharaian mu dari mulai melatihnya dalam menghadapi hal-hal yang kecil, sederhana dan dekat, atau mencari momen dan merencanakan liburan yang paling kamu inginkan untuk meraih rasa bahagia. Yang mana diantara keduanya yang paling mendampak menurut kamu?

Nah, alternatif pertama adalah tentang rekayasa yang kamu lakukan secara terus menerus dengan keunggulan di frekuensi, bukan di kualitas. Sementara alternatif kedua adalah tentang upaya kamu mendapatkan energi kebahagiaan yang besar di suatu momen tak terlupakan. Manakah menurut kamu yang paling membahagiakan?

Menurut psikolog Ed Diener, banyaknya pengalaman positif dalam keseharian seseorang, pun kecil dan sederhana jauh lebih mendampak ke kebahagiaannya dalam hidup, dibandingkan dengan sebuah momen bahagia yang tak terlupakan. Nah, mengejutkan sekaligus melegakan ya, bahwa kebahagiaan itu sebetulnya sangat dapat kita raih dengan upaya konsisten memulai dari hal kecil dalam lingkar kecil kita, termasuk tersenyum dan bereaksi positif atas kejadian-kejadian yang kita hadapi dalam keseharian.

So, dari seluruh fakta dan pengalaman diatas, kamu sudah makin yakin belum untuk selalu tersenyum, bereaksi positif dan bersyukur atas hidup kamu? Salam senyum ☺

Reference:

Coleman, E. (2016, October 30). The Top 7 Health Benefits of Smiling. Retrieved from Benefits Bridge: https://benefitsbridge.unitedconcordia.com/top-7-health-benefits-smiling/

Harvard Business Review. (2012, January). The Science Behind the Smile. Harvard Business Review. Retrieved from https://hbr.org/2012/01/the-science-behind-the-smile

Kraft, T. L., & Pressman, S. D. (2012). Grin and bear it: the influence of manipulated facial expression on the stress response. Psychol Sci, 11, 1372-8. doi:10.1177/0956797612445312

Nagle, J. E., Brodsky, S. L., & Weeter, K. (2014, March). Gender, smiling, and witness credibility in actual trials. Behav Sci Law., 32(2), 195-206. doi:10.1002/bsl.2112

Strean, W. B. (2009, October). Laughter prescription. Can Fam Physician, 55(10), 965–967. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2762283/

Yamamoto, T., Sugimori, S., & Shimada, H. (2010, April). [Effects of smiling manipulation on negative cognitive process during self-focused attention]. Shinrigaku Kenkyu, 17-25. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20432952

 

Leave a Reply