Isolasi Sosial di Kehidupan Urban

Artikel:  Eleonora Pradnya
Editor:  Fika Dian Nuranita
Design:  Sarah Sofia

Di dunia yang ramai dan, bahkan, selalu terjaga hampir 24 jam di setiap sudutnya, pernah nggak sekali dalam suatu waktu kalian ngerasa kesepian? Ngerasa terisolir dalam keramaian? Buat kalian yang ngerasain hal itu, yuk coba simak penjelasannya dibawah ini.

Banyak orang pergi ke kota demi mendapatkan kehidupan yang lebih baik dalam segala aspek kehidupan. Selain itu, kota dianggap sebagai penghubung antar individu dengan latar belakang intelektual dan kebudayaan yang berbeda (Harries, 2017). Tidak salah kalau di perkotaan penduduknya banyak. Lalu, penduduk yang banyak seharusnya bikin kita mudah bersosialisasi dong? Jawabannya tidak juga. Buktinya di kota-kota besar yang katanya tidak pernah tidur banyak orang yang merasa terisolir dalam hal sosial. Di Amerika, menurut survey yang dilakukan Cigna pada tahun 2018, 43% penduduk Amerika merasa terisolasi dari orang lain. 27% penduduk merasa tidak ada orang yang mampu mengerti diri mereka dan 47% penduduk merasa tidak memiliki interaksi personal yang berarti (seperti quality time dengan keluarga dalam keseharian)  (Good Therapy, 2018).

Berdasarkan Glasgow Centre for Population Health (2015), isolasi sosial biasa disamakan dengan perasaan kesepian. Namun nyatanya, dua hal ini berbeda. Isolasi sosial adalah salah satu pemicu terbentuknya perasaan kesepian. Sedangkan kesepian diartikan sebagai absennya hubungan yang terjalin antara individu dengan keluarga ataupun teman, dan juga sosial dalam skala besar. Lemahnya atau bahkan ketiadaan hubungan sosial menandakan seseorang terisolir secara sosial.

Setelah tahu apa itu isolasi sosial dan kesepian, kita juga harus tahu apa saja penyebab adanya isolasi sosial. Salah satu penyebab adanya isolasi sosial adalah usia. Berdasarkan liputan New York Times di tahun 2016, dari 70 studi terdapat 3,4 juta orang yang merasa terisolasi secara sosial dan 30% diantaranya pada masyarakat yang berusia paruh baya. Sedangkan, berdasar studi yang dilakukan AARP (An American Association of Retired Persons) menunjukkan bahwa 35% warga Amerika berusia di atas 45 tahun merasa kesepian. Jumlah orang yang merasa kesepian ini terus meningkat seiring dengan bertambahnya usia mereka. Hal ini disebabkan karena semakin tua usia seseorang, aktivitas fisik mereka terbatas. Mereka tidak bisa dengan leluasa pergi keluar dari tempat tinggalnya untuk sekedar menyapa tetangga sebelah rumah. Belum lagi jika mereka tinggal sendiri terpisah dari sanak saudara. Walaupun begitu hal ini juga dirasakan oleh para remaja. Suatu survey menunjukkan bahwa generasi Z dijuluki sebagai lonelinest generation. Hanya saja, persentase isolasi sosial pada generazi Z dapat menurun karena mereka mulai membangun rumah tangga atau berfokus pada karirnya (Good Therapy, 2018).

Penyebab lainnya adalah sosial media. Jadi, sosial media memang membantu kita untuk membangun jejaring sosial yang lebih luas dengan orang lain. Namun, studi pada tahun 2017 yang dilakukan pada mereka yang beruisa 19-32 tahun menunjukkan bahwa semakin sering bermain sosial media, semakin tinggi kemungkinan isolasi sosial. Tapi perlu diperhatikan, bukan berarti sosial media tidak baik, tetapi kalau penggunaannya menggantikan koneksi dan interaksi sosial dengan lingkungan sekitar, maka mampu menyebabkan isolasi sosial (Hosie, 2018). Selain sosial media, batasan-batasan tertentu dalam berhubungan sosial seperti usia, budaya dan gender dapat membatasi aktivitas sosial seseorang yang mengakibatkan terjadinya isolasi sosial.

Kita udah tahu tentang apa penyebabnya, kita juga harus tahu apa aja efek negatifnya dan ciri-ciri mereka yang mengalami isolasi sosial. Efek negatif yang disebabkan dari isolasi sosial dalam jangka panjang adalah munculnya stress, depresi, perasaan kesepian dan menurunkan kesehatan terutama kesehatan mental. Nggak cuma itu, isolasi sosial dapat menurunkan imunitas seseorang dan menyebabkan penyakit kardiovaskular. Tapi perlu diingat, nggak semua isolasi sosial itu buruk. Karena memang ada beberapa orang yang sengaja melakukan isolasi sosial untuk satu dua hal (Alspach, 2013;  Glasgow Centre for Population Health, 2015). Lalu apa sih ciri-ciri mereka yang mengalami isolasi sosial jangka panjang? Menurut Frank (2018), mereka yang mengalami isolasi sosial ditandai dengan tingkat kebosanan yang tinggi, semanga yang menurun, berkurangnya nafsu makan, merasa tidak terkoneksi dengan lingkungan sekitar dan merasa terbuang, serta merasa sedih dan tidak dipahami oleh orang lain.

Terus apa yang bisa kita lakukan untuk mencegah isolasi sosial? Kita bisa dengan memberanikan diri mengikuti kegiatan-kegiatan sosial yang ada di sekitar tempat tinggal kita, mengikuti komunitas dengan hobi yang sama atau ketertarikan yang kita minati. Selain itu kita juga bisa menyapa duluan dan membantu tanpa diminta orang-orang di sekitar kita. Selain itu, kita juga bisa berkunjung ke taman-taman dan fasilitas publik dan berinteraksi dengan orang-orang disana. Atau mungkin kalian bisa melakukan hal sederhana seperti tersenyum pada orang-orang yang kalian temui di jalanan, karena senyum bisa bikin hari kita dan hari orang lain lebih cerah. Jadi jangan lupa untuk sering tersenyum ya!

References

Alspach, JoAnn Grif. (2013). Loneliness and Social Isolation: Risk Factors Long Overdue for Surveillance. Crit Care Nurse. 33(6): 8-13

Frank, David. (2018). The Danger of Social Isolation: How to spot it, fight it and prevent it. https://www.aarp.org/health/conditions-treatments/info-2018/social-isolation-symptoms-danger.html

Glasgow Centre for Population Health. (2015). Response to call for evidence on age and social isolation from the Equal Opportunities Committee. https://www.gcph.co.uk/assets/0000/5466/GCPH_call_for_evidence_response_-_Equal_Opportunities_Committee_age_and_social_isolation.pdf

Good Therapy. (2018). Isolation. https://www.goodtherapy.org/learn-about-therapy/issues/isolation

Harries, Emma. (2017). Social Isolation and its Relationship to the Urban Environment. http://www.socialconnectedness.org/wp-content/uploads/2017/04/Emma-Harries-Social-Isolation-and-its-Relationship-to-the-Urban-Environment-1.pdf

Hosie, Rachle. (2018). YOUNG PEOPLE FEEL LONELIER THAN ANY OTHER AGE GROUP, LARGEST STUDY INTO LONELINESS REVEALS. https://www.independent.co.uk/life-style/young-people-loneliness-intense-study-a8563056.html

Khullar, Dhruv. (2016). How Social Isolation Is Killing Us. https://www.nytimes.com/2016/12/22/upshot/how-social-isolation-is-killing-us.html

Leave a Reply