Close

15 April 2019

Inilah Alasan Kenapa Menangis dapat Membantu Kita

Artikel:  Nabila Isnandini
Editor:  Gabriella Santoso
Design:  Savira Oktari

Apakah kalian ingat kapan kali terakhir kalian menangis? Mungkin setelah putus pacar atau mungkin menangisi kepergian keluarga tercinta kamu? Atau mungkin karena film yang kamu tonton terlalu sedih atau menyentuh sehingga tak kuasa menahan beberapa tetes air mata keluar, atau mungkin karena kalian menonton idola kesukaan kalian di sebuah konser dan tanpa sadar meneteskan air mata? Mengapa sih kita menangis?

Dalam penelitian Gracanin, Bylsma, dan Vingerhoets (2014), mereka menyimpulkan bahwa manusia menangis biasanya dikarenakan situasi yang identik dengan perpisahan, kehilangan serta ketidakberdayaan, dan merasa overwhelmed dengan suatu emosi positif atau negatif yang kuat. Oleh karena itu, tidak heran kita menangis ketika berpisah dengan sahabat terdekat atau berhasil memasuki universitas yang kita impikan, karena kita sendiri mengalami berbagai macam emosi sekaligus yang kita sendiri juga bingung bagaimana cara mengekspresikannya. Bahkan Pierre (2018) berkata bahwa menangis mungkin merupakan salah satu bukti komunikasi manusia ketika tidak ada ungkapan yang dapat mengekspresikan perasaan tersebut.

Selain itu, menurut Frey (dalam Dobson, 2008) memaparkan bahwa stres yang tidak ditangani dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena penyakit jantung dan merusak beberapa area otak. Sehingga kemampuan manusia untuk menangis juga merupakan salah satu nilai survival, apabila ditilik dari sudut pandang evolusi. Rottenberg (2008) membahas sebuah penelitian yang menganalisa 3000 kasus yang melibatkan tangisan, menemukan bahwa sebagian besar partisipan merasa jauh lebih baik setelah menangis, satu pertiga tidak merasakan perbedaan emosi dan satu per sepuluh merasa jauh lebih buruk.

Setelah kita mengerti kenapa manusia menangis, apa sih untungnya menangis untuk kita?

Berikut yang disampaikan oleh Legg (2017),

  1. Mengurangi rasa stress

Gracanin et al. (2014) menjawab bahwa menangis biasanya dihubungkan dengan pengurangan rasa stress dan mengalami mood enhancement yang membuat seseorang merasa lega dan jauh lebih baik setelah meneteskan air mata, walaupun efek ini tidak secara langsung muncul.

       2. Membuang racun dari tubuh

Selain menangis karena merasa emosional yang membantu kita mengurangi rasa stress; ada juga tangisan refleks (untuk menghilangkan debu dan kotoran yang memasuki mata) serta continuous tears (yang melindungi mata dari infeksi); yang semuanya berfungsi untuk membuang hal-hal mengganggu dari dalam tubuh.

  1. Mengurangi rasa sakit 

Hal ini terjadi karena adanya zat oxytocin dan endorphin yang dikeluarkan dapat membantu kita menangkan rasa sakit baik secara fisik maupun emosional. Setelahnya, kita akan merasa jauh lebih tenangan.

  1. Meningkatkan mood 

Ketika kita menangis, khususnya ketika terisak, kita mengambil banyak napas yang dingin. Oleh karenanya, peredaran napas kita dapat meregulasi napas dingin tersebut sehingga menurunkan temperatur di otak kita. Otak yang dingin jauh lebih nyaman daripada otak yang hangat, sehingga mood kita jauh lebih membaik setelah beberapa kali terisak.

  1. Membantu kamu melewati proses berduka 

Ketika berduka, kita akan merasakan masa kesedihan, rasa bersalah, mati rasa, bahkan amarah. Menangis merupakan salah satu komponen yang penting ketika kita sedang mengalami proses ini.

  1. Sebagai cara untuk meminta bantuan 

Ketika kita menangis, kita seakan-akan memberitahu orang sekitar bahwa kita membutuhkan support dan bantuan dari mereka. Hal ini sudah ada sejak kita bayi, di mana kita menangis untuk meminta rasa nyaman dari orang tua. Survey yang melibatkan 3000 kasus menangis memaparkan bahwa mereka merasa jauh lebih baik apabila mereka juga menerima support (Rottenberg, 2008). Jadi, tidak ada salahnya kita meminta bantuan dari orang sekitar kita ketika semua terasa berat lho.

  1. Mengembalikan emotional balance 

Seperti contoh yang di paragraf pertama, menangis bukan hanya karena sedih; tetapi bisa juga karena rasa haru, takut atau mungkin stress yang amat sangat. Peneliti dari Universitas Yale menyimpulkan bahwa kita menangis, mungkin saja itu respon tubuh untuk pulih dari emosi tersebut.

Kesimpulan dari artikel ini adalah ketika semua terasa berat dan overwhelmed untuk kalian, tidak ada salahnya untuk meneteskan air mata. Menangis justru akan menguatkan kalian, bukan pertanda bahwa kalian lemah. Akan tetapi, apabila tangisan kamu sudah mulai mengganggu aktivitas sehari-hari kamu, tidak ada salahnya untuk mengecek ke dokter.

Reference

Dobseon, R. (2008, November 11th). How Crying can Make You Healthier. Retrived from Independent UK : https://www.independent.co.uk/life-style/health-and-families/features/how-crying-can-make-you-healthier-1009169.html

Gračanin, A., Bylsma, L. M., & Vingerhoets, A. J. (2014). Is crying a self-soothing behavior?. Frontiers in psychology, 5, 502. doi:10.3389/fpsyg.2014.00502. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4035568/

Legg, T. (2017, April 17th) . 9 Ways Crying May Benefit Your Health. Retrieved from Healthline : https://www.healthline.com/health/benefits-of-crying#sleep-in-babies

Pierre, J. (2018, April 23rd). Why Do We Cry? Exploring the Psychology of Emotional Tears. Retrieved from Psychology Today : https://www.psychologytoday.com/us/blog/psych-unseen/201804/why-do-we-cry-exploring-the-psychology-emotional-tears

Rottenberg, J. (2008, December 17th). Cry Me a River : The Psychology of Crying. Retrieved from Psychologicalscience : https://www.psychologicalscience.org/news/releases/cry-me-a-river-the-psychology-of-crying.html

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *