Close

19 Oktober 2019

Yang Bisa Kita Lakukan Ketika Hilang Harapan

Artikel: Ayustya Damargalih
Editor:  Fika Dian Nuranita
Design:  Savira Oktari

Apakah kamu pernah berusaha sekuat mungkin, namun hasil yang diperoleh tidak sesuai keinginanmu? Kemudian kamu merasa sedih, marah, kecewa dan akhirnya membuang jauh-jauh keinginan tersebut. Jika ya, maka kamu sedang pada masa kehilangan harapan. Kali ini #ISmile4You akan membahas mengenai apa yang harus kita lakukan saat kehilangan harapan. Untuk tau lebih jauh, ikuti terus artikel ini ya!

Harapan adalah sebuah keyakinan atau kepercayaan atas apa yang kita inginkan. Semua orang mempunyai harapan. Harapan dapat membuat seseorang merasa hidup dan berubah menjadi lebih baik. Tidak hanya itu, harapan juga mempunyai berbagai macam fungsi. Dilansir dari BBC News Indonesia (2019), terdapat fungsi harapan diantaranya:

  1. Harapan membantu seseorang untuk mencapai sebuah tujuan
  2. Harapan merubah perspektif seseorang akan hal-hal buruk
  3. Harapan akan menambah kebahagiaan seseorang
  4. Harapan dapat menyembuhkan seseorang

Namun, bagaimana jika seseorang kehilangan harapan?

Seseorang bisa kehilangan harapan karena berbagai faktor. Seseorang bisa kehilangan harapan karena putus cinta, kehilangan pekerjaan, kehilangan orang terkasih, atau mengalami suatu hal yang tidak ingin dialami. Jika hal-hal tersebut terjadi, maka seseorang akan kehilangan motivasi, kebahagiaan, serta berada dalam kekecewaan.

Tidak mempunyai harapan juga merupakan salah satu gejala terganggunya kesehatan mental seseorang. Dilansir dari Kompas.com (2017), dr. Andri Sp.KJ mengatakan bahwa “Orang yang depresi akan merasa tidak ada harapan akan kehidupan atau putus asa. Kondisi ini diikuti dengan gejala lain seperti susah konsentrasi, malas, tidak bertenaga, tidak nafsu makan, dan sering ada ide untuk bunuh diri.” Hal tersebut menunjukkan bahwa kehilangan harapan bukan suatu hal yang dapat dianggap remeh. Selain itu, kehilangan harapan juga berdampak buruk pada perasaan seseorang dan meluas ke banyak bidang kehidupan seseorang (walkingtheshoreline, 2014).

Kabar baiknya, harapan bisa ditumbuhkan kembali. menurut Lauren Stahl (2015), terdapat hal-hal yang dapat dilakukan saat kamu kehilangan harapan.

1. Menyadari bahwa kamu tidak sendirian

Saat kamu kehilangan harapan, maka kamu akan mudah merasa kesepian. Kamu akan merasa kecil dan berfikir bahwa hanya kamu yang menderita. Ingatlah kamu tidak sendirian, kamu bagian dari dunia.

2. Katakan kepada seseorang mengenai perasaanmu

Saat kehilangan harapan, kamu akan merasa menderita dan tersakiti. Itu adalah siklus rasa malu dan mengasihani diri. Terbuka dengan apa yang kamu rasakan akan memberimu kekuatan emosi lebih sedikit. Kamu akan memberi dirimu kekuatan dan cinta yang layak diterima. Selain itu, terbuka dengan perasaanmu akan mengurangi perasaan negatif. Positivity expert, Barbara Fredrickson mengatakan bahwa perasaan negatif merupakan suatu hal yang lumrah di dalam kehidupan seseorang. Daripada mengusir perasaan negatifmu, sebaiknya kamu mencari cara agar kamu bisa menghadapinya dengan baik dan tidak stuck di lingkaran perasaan negatif (Mulder, 2017)). Dengan itu, maka kamu mengatakan kebenaranmu dan akan tumbuh harapan.

3. Berbicalah kepada dirimu seperti kamu berbicara kepada temanmu

Pikiran kita dapat suatu hal yang negatif pada diri kita. Kita berfikir bahwa diri kita tidak cukup baik, tidak layak, tidak pintar, dsb. Dengan memercayai pemikiran tersebut, maka perasaan hopeless akan semakin dirasakan. Posisikan dirimu sendiri sebagai sahabatmu. Apakah kamu akan berkata kepada sahabatmu seperti itu? Berlatihlah merangkul dirimu dan ingat, kamu bukanlah pikiran negatifmu. Semakin melekatkan pikiran negatifmu kepada dirimu, maka kamu akan semakin kehilangan dirimu.

4. Hubungkan ke gambaran dan tujuan yang lebuh besar untuk dirimu

Kamu adalah bagian yang lebih besar dari yang kamu sadari. Ketika dunia terasa semakin kecil, maka mundur selangkah dan ingat bahwa kamu memiliki kemampuan untuk terhubung dengan seseorang atau sesuatu kapanpun kamu mau. Semakin menentang hal ini, maka kamu akan semakin putus asa.

5. Pelajari apa yang bisa kamu ubah dan tidak kamu ubah.

Terkadang ada banyak hal yang bisa membuat situasi membaik. Kumpulkan keberanian dan keterampilan, serta buatlah daftar list apa yang bisa kamu capai dan tidak. Perlu diingat bahwa tidak semua hal ada pada kontrol kita.

6. Carilah bantuan professional

Jika perasaan putus asa atau kehilangan harapan telah mengganggu kegiatan sehari-harimu, maka jangan ragu untuk mencati bantuan professional. Kamu bisa pergi ke psikolog, psikiater atau profesional lainnya.

Harapan bisa dimiliki semua orang, namun semua orang juga bisa kehilangan harapan. Dengan menghadapinya maka harapan tersebut bisa muncul kembali.

“We must accept finite the disappointment, but never lose infinite hope,” – Martin King Luther

Referensi

BBC News Indonesia. (2019). Lima Hal yang Membuat Kita Harus Memupuk Harapan. Retrieved September 20, 2019, From https://www.google.com/amps/s/www/bbc.com/indonesia/amp/indonesia-46733383

Kompas. (2017). Kenali Gejala Depresi, Pemicu Utama Bunuh Diri. (L. K. Anna, Ed.) Retrieved September 20, 2019, from https://amp.kompas.com/sains/read/2017/03/18/112031223/kenali.gejala.depresi.pemicu.utama.bunuh.diri

Mulder, J. (2017). The Difference Between Genuine Optimism and toxic Positivity (And Why It Matters). Retrieved September 20, 2019, from https://thehealthsessions.com/toxic-positivity/

Stahl, L. (2015). What To Do When You Lose Hope. Retrieved September 20, 2019, from https://www.google.com/amp/s/www.huffpost.com/entry/what-to-do-when-you-lost-hope_b_6905288/amp

walkingtheshoreline. (2014). 6 Things You Should Know If You’re Losing Hope. Retrieved September 20, 2019, from https://www.walkingthesheroline.com/6-things-know-youre-losing-hope/

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *