Close

20 Oktober 2019

Yuk, Kenali Macam-Macam Motivasi!

Artikel:   Nabila Isnandini
Editor:   Fika Dian Nuranita
Design:   Nabiilah Nathania

Pernahkah kalian merasa setelah melewati hari atau pekerjaan yang melelahkan, rasanya ingin sekali memberikan penghargaan ke diri sendiri, seperti membelikan diri sendiri es krim? Atau mungkin pernahkah kalian menelpon keluarga, teman dekat atau pacar untuk meminta suntikan semangat? Atau mungkin kalian suka merasa malas mengerjakan apa-apa tetapi justru bersemangat ketika melakukan hobi kalian?

Ketiga skenario ini merupakan sebagian kecil dari contoh-contoh bentuk motivasi, entah yang kita dapatkan dengan membelikan diri sendiri sesuatu yang membuat kita senang, meminta dukungan dari orang yang kita sayang, atau sekadar melakukan hobi.

Lalu, bentuk motivasi itu ada apa saja?

Motivasi sendiri didefinisikan oleh Ryan dan Deci (2000) sebagai hal yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu, orang yang memiliki energi atau memiliki keinginan untuk bergerak hingga akhir dapat disebut sebagai orang yang termotivasi. Baik ketika kita bekerja atau bermain, manusia memiliki motivasi yang berbeda kadar serta berbeda bentuknya (Ryan & Deci, 2000). Oleh karenanya, pertanyaan seputar motivasi bermunculan seperti berapa banyak motivasi yang dibutuhkan oleh seseorang untuk mengerjakan sesuatu namun juga apa saja bentuk motivasi tersebut.

Dalam artikelnya, Ryan dan Deci (2000) menuliskan bahwa bentuk motivasi terbagi menjadi dua, yaitu motivasi ekstrinsik dan motivasi intrinsik. Dari namanya sendiri, dapat ditebak bahwa motivasi ekstrinsik merupakan segala sesuatu yang berasal dari luar individu sementara motivasi intrinsik berasal dari dalam individu.

Apabila dijabarkan, motivasi ekstrinsik muncul ketika kita bergerak melakukan sesuatu karena ada yang mendorong kita (dan hal ini dapat berupa material atau bukan) (Ryan & Deci, 2000). Penelitian mengenai motivasi ekstrinsik banyak ditemui di penelitian pada anak-anak kecil karena menggunakan sistem reward, namun motivasi ekstrinsik juga sering ditemukan di orang dewasa pula.

Apabila seseorang bekerja demi mendapatkan uang, maka motivasi ia bekerja merupakan salah satu contoh bentuk motivasi ekstrinsik. Hal ini dikarenakan adanya sesuatu yang ia dapat setelah bekerja yaitu gaji. Hal ini sama dengan atlet yang mengikuti pertandingan lari agar ia mendapatkan piala ketika meraih juara atau meminta teman dekat untuk menyemangati kita.

Sementara itu, motivasi intrinsik muncul karena kita menyenangi aktivitas tersebut alih-alih karena ada sesuatu yang kita dapat (Ryan & Deci, 2000). Beberapa teori memaparkan bahwa aktivitas yang dilakukan tersebut memiliki reward tersendiri bagi yang melakukan, seperti memuaskan rasa penasaran yang awalnya dimiliki oleh individu. Sthrestha (November 2018) memaparkan bahwa hobi serta hal kesukaan kalian merupakan salah satu hasil akhir dari motivasi intrinsik.

Apabila menarik contoh, jika seorang murid belajar matematika karena ia memang pada dasarnya menyukai pelajaran matematika, maka motivasi anak itu belajar merupakan salah satu contoh bentuk motivasi intrinsik. Hal ini juga bisa ditemukan ketika seorang sangat menyenangi menari sehingga ia tidak mempedulikan apakah ada orang yang menonton atau tidak, atau pada seseorang yang mendapatkan kepuasan sendiri menulis artikel ilmiah.

Beberapa pakar setuju bahwa motivasi intrinsik memiliki lebih banyak dampak positif terhadap manusia dibandingkan motivasi ekstrinsik. Hal ini terlihat dalam teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow, yang memaparkan bahwa motivasi mempengaruhi kebutuhan manusia, ketika seseorang mencapai tahap dimana ia melakukan sesuatu karena motivasi intrinsik, maka mereka akan merasa lebih puas dan bahagia (Feist & Feist, 2009). Shrestha (November 2017) menambahkan bahwa motivasi intrinsik memiliki dampak yang berjangka panjang dan berkelanjutan bagi individu dan bagi pelajar/mahasiswa, ketika mereka belajar yang didasari oleh motivasi intrinsik, mereka akan belajar lebih baik.

Meskipun demikian, semua orang memiliki kecepatan tersendiri dalam kehidupan ini, tidak semua orang yang masih melakukan sesuatu atas dasar motivasi ekstrinsik adalah orang lebih rendah karena terkadang, jalan menuju individu untuk mencapai motivasi intrinsik termasuk panjang dan memiliki jalan yang berbeda-beda dari satu orang dengan orang lain. Semoga dengan membaca artikel ini, teman-teman pembaca dapat mengenali macam-macam bentuk motivasi yang menggerakkan diri kalian selama ini dan dapat membantu teman-teman untuk berkembang menjadi pribadi yang lebih baik.

Terakhir, saya ingin memberikan motivasi ekstrinsik untuk kalian semua : Apapun yang sedang kalian lalui, semoga kalian bisa selalu bersemangat!!

Referensi

Feist J., & Feist, G. J. (2008). Theories of Personality (7th ed.). McGraw-Hill Primis : USA.

Ryan, R. M., & Deci, E. L. (2000). Intrinsic and Extrinsic Motivations: Classic Definitions and New Directions. Contemporary Educational Psychology, 25(1), 54–67. doi:10.1006/ceps.1999.1020

Shrestha, P. (18th November 2017). Intrinsic Motivation. Retrieved from https://www.psychestudy.com/general/motivation-emotion/intrinsic-motivation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *